Senin, 25 Maret 2013


J...?
                Petikan-petikan gitar yang kumainkan terdengar katro. Banyak kunci-kunci balok yang aku salin menjadi kunci-kunci biasa. Maklum, aku memang tidak bisa memainkan kunci balok. Sebuah filosofi muncul secara tiba-tiba ketika candaan seorang teman menusuk kalbu. “Hidup ini seperti bermain gitar. Ketika sulit memainkan kunci balok maka sederhanakanlah dengan kuci biasa. Nikmat itu bukan soal bagaimana tapi soal rasa.”
                Menulis memang job yang cukup menyebalkan bagiku namun setiap malam kucoba paksakan. Tulis, tulis, dan tulis. Sampai kapan akan terbiasa akupun tak tahu. Mungkin sampai lelah ini terasa manis.
                Hari ini, aku kembali pada niat awal melego revi. Jalan kaki dari kos ke kampus ternyata cukup melelahkan. Terima kasih teman, kamu telah menemaniku jalan kaki (untung saja ada seorang teman yang mau menemaniku). Keringatku sampai mengguyur jasmaniku. Semoga saja banyak butiran-butiran lemak yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.
                Balada pengalaman praktik lapangan di mulai tadi siang. Ternyata menjadi komik itu susahnya minta ampun. Aku saja yang terlalu pede. Sebuah pelajaran berharga yang aku dapat hari ini semoga menjadi batu loncatan esok hari.
                Nice dream! : )

Yk, 25-03-13